banyak dari novel yang terbit pada tahun 2000an ambil tema VULGAR

Mengangkat Tema Dewasa
Oleh: Ulul Faricha Luqman

Bertolak dari angkatan sebelumnya yang terbekap oleh ‘batasan’ dan ‘aturan gaya’ dalam berkarya. Angkatan 2000 ini begitu bebas membawakan rupa-rupa karangan mereka dan menghilangkan semua ‘batasan’ dan ‘aturan gaya’  yang tadinya membelenggu.

Setiap pengarang lepas dalam mengekspresikan dan menampakkan seluruh isi hati mereka. Termasuk sesuatu yang dulunya dianggap tabu, semua bebas dirupa mukakan. Maka perlahan kekuatan berkarya dalam mengangkat tema-tema yang beragam dan kompleks menjamur kemana-mana. Tak tanggung pula banyak dari mereka yang mengangkat tema dewasa seperti seks, LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) dan perkelaminan. Sebagai contoh adalah novel Ratih Kumala yang berjudul Tabula Rasa.

Novel Tabula Rasa bisa disebut sebagai novel yang bergenre LGBT karena didalamnya mengisahkan tentang seorang lesbian.  Pada tahun 2003 buku ini memenangkan sayembara novel DKJ dengan menduduki peringkat 3. Dalam proses pengarapan novel ini imajinasi penulis tidak terlepas dari kehidupannya. Dimana penulis pernah bergabung dengan sebuah komunitas bernama Sepoci Kopi. Komunitas ini adalah tempat bagi mereka yang mengamini bahwa keberadaan cinta kasih tidsak hanya tumbuh dari pasangan heterogen. Mereka percaya bahwa LGBT adalah anugrah Tuhan.

Meskipun begitu bukan berarti penulis adalah seorang heterogen. Buktinya penulis telah menikah dengan seorang lelaki bernama Eka Kurniawan. Seperti istrinya dia juga seorang penulis. Bahkan ia lebih terkenal dan beberapa karyanya telah dicetak dalam bahasa asing. Salah satu karyanya adalah Cantik Itu Luka. Novel bertema dewasa yang disebut-sebut sebagai novel berkelas dunia. Dalam novelnya itu Eka menceritakan seorang perempuan cantik namun sayangnya kehidupannya tak secantik wajahnya, dia harus menjadi pelacur sedangkan dalam hatinya dia juga mendambakan perjalanan cinta seorang kekasih yang baik seperti kebanyakan wanita. Maka menurutnya cantik yang dia miliki adalah luka.

Selain dua karya tadi masih banyak lagi karya-karya yang mengumbar persoalan seks. Beberapa karya bahkan telah dianggap ekstrim dan keterlaluan bagi Taufiq Ismail. Sebut saja novel Saman karya Ayu Utami. Ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang memegang teguh moral dan kebudayaan timur bukunya hadir dengan tema vulgar. Karenanya novel ini banyak menuai macam tanggapan dan kontroversi. 

Pada saat itu bukan berarti karena pengarang memilih tema vulgar lalu kevulgraan sedang banyak digandrungi masyarakat, namun ini semacam penyuaraan pengarang akan sistem partiarkis dan ketidakadilan yang sedang menerpa kaum hawa. Maka dalam novel Saman pengarang ingin mengambarkan ketidakadilan itu melalui urusan seks. Dimana lelaki tidak akan mengalami kerugian setelah melakukan hubungan badan bahkan cenderung mendapat keuntungan, sedangkan perempuan harus menanggung beban setelah melakukannya yakni hamil. Selain itu perempuan yang mengadung anak diluar nikah terkesan dipandang rendah oleh masyarakat. 

Pada Angkatan-angkatan sebelumnya bisa dibilang belum ada novel yang bertema dewasa dan vulgar seperti ini. Hal tersebut karena pengarang Angkatan 2000 banyak yang  muda dan telah mempelajari refleksi sastra dari angkatan sebelumnya. Sehingga bekal dan keberanian mereka dalam menuangkan sebuah pemikiran lebih besar.

Komentar

  1. Hay..richa...
    Ada yg typo tu..(LBGT-pengarapan)

    Sukses selalu💪💪.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer