Bagaimana Jika Pemuda Muhammadiyah jatuh hati dengan Gadis Nahdhotul Ulama?
Judul : Kambing dan Hujan
Penulis : Mahfud Ikhwan
Penerbit : Bentang (PT Bentang Pustaka)
Tahun terbit : Edisi kedua, Cetakan pertama, April 2018
Tebal buku : viii + 380 hlm.
Harga : Rp79.000,00
“…seperti kambing dan hujan—sesuatu yang hampir mustahil dipertemukan.”
Bisa di bilang Mahfud Ikhwan adalah pemerhati sosial yang baik. Bukunya yang berjudul Kambing dan Hujan adalah implementasi dari ungkapan rasa kegelisan sebagai orang yang hidup di antara komunitas agama yang bersaing.
Dimana ia menggunakan istilah masjid utara dan masjid selatan untuk mengambarkan komunitas agama tersebut. Dan terlepas dari itu novel yang menjuarai sayembara novel DKJ 2014 ini juga menceritakan kisah asmara pemuda dari kalangan tradisi islam moderen dengan anak gadis seorang tokoh islam tradisional. Perbedaan cara beribadah dan waktu hari raya menjadi sekat yang memisahkan keduanya.
Dalam perjuangan cinta mereka, waktu secara merangkak mulai menguak rahasia yang selama ini di kubur oleh prasangka di antara dua Sahabat bernama Mat dan Is.
Satu agama namun berbeda kepercayaan memang telah muncul sejak berabad-abad yang lalu. Sebagaimana kita mengenal imam madzhab seperti Syafi'i, Hanafi, Hambali dan Maliki. Bahkan sejak zaman khalifah Ali, dimana terdapat golongan syi'ah dan khawarij.
Maka dewasa ini, sudah seharusnya kita dapat menyikapi dengan bijak semua perbedaan dan hendaklah tidak terlalu fanatik.
Oleh: Ulul Faricha Luqman.

Komentar
Posting Komentar