Resensi Anak Semua Bangsa

Melepas kepergian Annalies sangatlah begitu berat bagi Minke. Terlebih lagi lagi Minke dan nyai ontosoroh terkurung didalam rumah dan tidak boleh menerima seorangpun tamu termasuk darsam.

Di suatu hari yang hitam datang tilgram dari Belanda yang menyampaikan meninggalnya Annelies, hal ini kembali membuat Minke semakin terpuruk.
Jean Marais, salah satu Sahabat Minke yang berprofesi sebagai seniman dan berkebangsaan prancis menyarankan pada Minke untuk menulis menggunakan bahasa melayu. Namun karena Minke begitu mendewakan Europa ia menganggap bahwa menulis menggunakan bahasa melayu akan menjatuhkan harga dirinya dan menjadi terhina. Jean pun menjelaskan bahwa ketika sedang dalam pengadilan mempertahankan hak wali Annelies alasan rakyat membelanya adalah karena tulisannya yang diterjemahkan oleh Kommer, Sahabat Jean. Seandainya tulisan itu tidak diterjemahkan dengan bahasa melayu mungkin Minke tak akan begitu di Bela. Namun Minke tetap sikukuh tidak mau, apalagi begitu bertemu dengan Kommer dan dia mengamini perkataan Jean yang meminta Minke untuk menulis menggunakan bahasa melayu dan berkata bahwa Minke tak mengenali bangsanya sendiri.

Sebab begitu depresi oleh perkataan Kommer Minke akhirnya memutuskan untuk berlibur bersama Nyai Ontosoroh ke Tulugan, Sidoarjo. Disana mereka menginap di rumah Sastro Kassier, saudara Nyai Ontosoroh. Pada liburan ini dia mulai belajar tentang bangsanya begitu banyak apalagi setelah bertemu dengan Trunodongso, Seorang petani yang mempertahankan rumahnya. Pada Trunodongso ini Minke belajar dan mulai memudarkan kepercayaannya terhadap eropa yang ternyata begitu semena-mena.

Minke menulis seluruh apa yang menjadi siksaan rakyat melalui cerita Trunodongso dan mengirimnya pada Penerbit warta Harian. Namun tulisannya di hina dan tidak diterima oleh kepala redaksi. Dengan hati meluap kejengkelan Minke merobek-robek tulisannya dan mengadukan pada Jean.  Minke berniat untuk kembali meneruskan studinya di tanah Betawi.

Pada Saat perjalanan menuju Betawi Seorang polisi mendatanginya dan berniat untuk menjemputnya kembali ke Wonokromo. Pada Saat sampai di Wonokromo baru diketahuilah bahwa Maurits Mellema akan datang ke rumah. Dengan Bantu an Kommer, Darsam dan Jean akhirnya Nyai Ontosoroh dan Minke dapat mempertahankan rumah dan perternakan mereka.

Kisah dalam Novel ini dikemas begitu apik oleh Pramoedya Ananta Toer. Banyak sekali pengetahuan yang disampaikan Pram melalui perjalanan Minke.

Komentar

  1. Coba tidak hanya mengulas sebatas kisah dalam buku, tapi juga sisi lain pendapat menurutmu atas suatu topik dalam buku.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer