Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Cerpen: Penyesalan Seekor Ikan

      Sudah satu bulan ini   aku tinggal di stoples kecil di rumah perempuan itu. Setiap pagi dan sore, perempuan itu rajin memberiku cacing tanah dan hewan kecil lainnya yang tidak kutahu namanya. Yang kutahu, perempuan itu mendapatkan hewan-hewan itu dari samping rumahnya.     “Makan yang banyak ya, kau harus hidup,” katanya setelah sore itu memberiku cacing tanah.   Hah , apa dia tidak tahu kalo cacing yang dimakan ikan badut air laut adalah cacing darah? Untungnya saja selain diriku, di dalam stoples ini juga terdapat jenis tanaman yang bisa kumakan. Aku pun tidak bisa menyalahkannya karena pacarnya yang bodoh itu tidak memberi tahunya cara merawatku. Hendry. Dialah nama pacarnya, dia juga yang memberiku pada perempuan ini saat perayaan satu minggu hari jadian mereka.   “ Hm m , kenapa badut kecil ini tidak pernah memakan cacing yang aku kasih? Apakah ikan pemberian Hendry ini belum beradaptasi?” gumamnya. “huft, aku jadi m...

Postingan Terbaru

Sebungkus Puisi Untukmu

Cerpen: Ikan-ikan yang Turun dari Langit